Military and Safety Footwear

Monthly Archives: September 2017


Kandidat Indonesia, Prof. Purwiyatno Hariyadi terpilih sebagai Wakil Ketua Codex Alimentarius Commission (CAC) periode 2017-2018 pada pemilihan yang berlangsung selama Pertemuan CAC ke-40 di Jenewa pada tanggal 19 Juli 2017.

Dengan dukungan bersama Kementerian Luar Negeri RI, Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan PTRI Jenewa, Prof. Purwiyatno, guru besar pada Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil meraih suara tertinggi sebanyak 103 suara dari total 122 suara, mengalahkan kandidat Inggris dan Lebanon yang masing-masing meraih 102 suara, dan kandidat Papua Nugini sebanyak 59 suara. Tiga kandidat peraih suara terbanyak menduduki 3 (tiga) posisi Wakil Ketua Codex. Para Wakil Ketua Codex ini selanjutnya akan bekerja sama dengan kandidat Brasil yang terpilih sebagai Ketua Codex periode 2017-2018 pada pemilihan hari sebelumnya. Pada praktek periode-periode sebelumnya, Ketua dan Wakil Ketua Codex diperpanjang masa penugasannya sampai dua periode.

Ketua dan Wakil Ketua dari Brasil, Indonesia, Inggris dan Lebanon tersebut akan tergabung dalam Executive Committee yang merupakan badan eksekutif Codex.

Bagi Indonesia, peran aktif di Codex adalah penting karena statusnya sebagai badan pembentuk standar internasional yang menjadi acuan dan rujukan global dalam standarisasi pangan guna melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan pangan internasional yang adil.

Dalam sambutan kemenangan, mewakili delegasi Indonesia, Kepala BSN, Dr. Bambang Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung pencalonan Prof. Purwiyatno. Keberhasilan Indonesia tersebut bukan hanya menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong pembentukan standar Codex yang tidak saja ditujukan untuk melindungi kesehatan konsumen, tetapi juga untuk mewujudkan ketahanan pangan global, dengan memfasilitasi akses makanan yang sehat, aman dan memadai bagi masyarakat (food security dan food safety). Selain itu, partisipasi aktif Indonesia dalam badan tersebut juga ditujukan guna memastikan praktik perdagangan makanan internasional berlangsung secara adil.

Watapri Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, yang turut menyaksikan proses pemilihan yang berlangsung ketat, menilai bahwa terpilihnya kandidat Indonesia merupakan pengakuan 188 negara anggota Codex atas kompetensi Prof. Purwiyatno dan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam CAC. Keberhasilan tersebut juga bukan hanya akan meningkatkan citra dan kredibilitas Indonesia pada forum-forum internasional lainnya, namun juga dapat dimanfaatkan untuk terlibat aktif dalam mempengaruhi penetapan standar internasional yang berdampak pada peningkatan akses pasar makanan Indonesia. Menurut Duta Besar Hasan Kleib, keterlibatan Indonesia dalam penyusunan standar Codex diperlukan tidak hanya untuk meningkatkan perlindungan kesehatan konsumen tapi juga guna memastikan pemenuhan standar dan regulasi sehingga produk pangan Indonesia dapat diterima dalam perdagangan internasional.

Kompetensi Prof. Purwiyatno sebagai Wakil Ketua akan memperkuat fungsi Codex Alimentarius Commission. Mengingat keahliannya di bidang food engineering dan kemampuannya dalam bernegosiasi dengan berbagai pihak akan sangat membantu pengambilan keputusan dan penyusunan substansi di Codex yang sesuai dengan kepentingan seluruh negara anggota. Disamping itu, terpilihnya Prof. Purwiyatno diharapkan dapat meningkatkan keahlian para pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan dan memperbaiki standar pangan di Indonesia.

MENGINTIP PERKEMBANGAN SEPATU DI DUNIA – Sama halnya seperti manusia yang membutuhkan baju untuk melindungi dirinya, manusia juga membutuhkan sepatu untuk melindungi kakinya. Sepatu adalah alas kaki yang berguna sebagai pelindung kaki agar tidak cedera dari kondisi lingkungan seperti permukaan tanah yang berbatu-batu, berair, udara panas, maupun dingin. Alas kaki membuat kaki tetap bersih, melindungi dari cedera sewaktu bekerja, dan sebagai gaya busana.

Seperti alat telekomunikasi yang semakin tumbuh canggih dan modern, sepatu juga mengalami masa seperti itu. Sepatu pada era kini telah memiliki model, bahan dan kualitas yang bagus. Bahkan ada sepatu dengan taburan emas dan berlian di permukaannya. Lalu bagaimana dengan zaman dulu? Zaman dulu, sepatu juga ada yang terbuat dari emas. Menakjubkan! Contohnya seperti sepatu pada zaman Mesir Romawi ini.

 

Ahli sejarah mengatakan sepatu ini berada pada zaman Mesir Romawi sekitar 30SM – 300M. Pada zaman Mesir Romawi, sepatu memiliki symbol kuat bagi sebuah kalangan. Bahannya yang terbuat dari emas pasti sudah bisa membuat kita menebak bahwa sepatu itu dipakai oleh orang-orang kerajaan dan bangsawan pada masanya. Dari gambar tersebut nampak jelas keunikan dan kemewahannya. Modelnya yang langsing, unik dan cantik membuatnya terlihat sangat mewah. Sering kali pemakainya merasa sakit yang luar biasa untuk memakai sepatu mewah ini.

Sepatu Poulaine

Pada tahun 1375 – 1400 sepatu Poulaine menjadi trend fashion di Eropa. Sepatu ini terbuat dari kulit. Penggemar fashion di Eropa pada masa itu lebih memperhatikan sepatu dengan tumit yang panjang dan sempit, dibandingkan dengan ukuran hak sepatu.

Sepatu Majori Emas

Pada tahun 1790 – 1820, ada sebuah sepatu  yang terbuat dari kulit, seluruhnya dibordir emas, sementara bagian lainnya dihiasi desain batu emas dengan batu berharga termasuk berlian, zamrud dan delima. Sepatu ini dikenal dengan nama Majori Emas dan saat ini disimpan di Bata Shoe Museum.

Menurut Bata Shoe Museum, kemungkinan sepatu ini milik Nizam Hyderabad dan nampak seperti belum pernah terpakai. Bentuknya yang luar biasa seakan-akan menunjukan kekuasaan yang tak terbatas.

Sepasang Geta

 

Selain memiliki fungsi melindungi kaki, sepatu juga berfungsi untuk memikat hati lawan jenisnya. Contohnya sepasang Geta milik Jepang pada tahun 1880 – 1900 ini. Para wanita, khususnya Geisha memakai Geta untuk memikat hati pria. Umumnya geta ini terbuat dari kayu dan beludru, setinggi kurang lebih 20 cm. Para Geisha pemakai Geta berjalan perlahan dengan menyeret kakinya agar lebih mudah dilihat pria.

Di tahun 1900 keatas, perkembangan sepatu sudah sangat terlihat. Model dan bahannya terlihat seperti model sepatu saat ini. Sepatu kulit pun semakin digemari. Terlebih pada era 2000-an, penggemar sepatu kulit kian membludak. Pecinta fashion, pekerja kantoran, pekerja lapangan semuanya terlihat mengenakan sepatu berbahan dasar kulit di kakinya. Karena selain berguna untuk melindungi kaki, pemakai sepatu kulit ini pun juga akan menjadi lebih tampil percaya diri.

Sepatu PDH

 

Sepatu PDL