Military and Safety Footwear

Uncategorized

5 ALASAN COWOK HARUS PUNYA SEPATU KULIT

Kalau belum pernah memakai atau bahkan belum punya sepatu kulit, sangat disayangkan sekali. Karena sepatu kulit itu bisa membuat Kita menjadi lebih PD dalam menjalani keseharian. Selain membuat penampilan semakin jantan, sepatu kulit yang berkualitas juga memberikan kenyamanan lebih dalam beraktivitas.

Sejak dulu, sepatu kulit memang sudah menjadi Keharusan untuk melengkapi penampilan para Cowo. Material kulit yang memiliki durabilitas tinggi serta tampilan yang timeless membuat sepatu kulit layak menjadi investasi jangka panjang pelengkap koleksi sepatu.

 

1. DURABILITAS

Seperti yang telah Kita bilang sebelumnya, durabilitas tinggi menjadi salah satu kelebihan sepatu kulit. Untuk beraktivitas di luar ruangan? Atau untuk ngantor? Atau untuk sekedar hang out di coffee shop bersama rekan? Sepatu kulit bisa menjadi jawaban dari kebutuhan itu . Material kulit yang berkualitas tinggi akan tetap kuat digunakan dalam berbagai jenis lingkungan dan aktivitas, indoor maupun outdoor. Hal ini tentunya akan membuat sepatu bermaterial kulit akan lebih tahan lama.

2. BETTER FIT & STYLE

Bentuk sepatu bermaterial kulit berkualitas baik akan berubah mengikuti bentuk kaki secara alami seiring berjalannya waktu pemakaian. Material kulit mampu beradaptasi sesuai dengan bentuk kaki pemakainya, yang tentunya akan memberikan  kenyamanan lebih dalam beraktivitas.

Selain kenyamanan extra, tidak dapat kita pungkiri bahwa material kulit memiliki tampilan yang stylish dan elegan. Kulit membuat sepatu terlihat seperti luxury item karena materialnya yang sleek dan shiny, serta tak lekang oleh waktu, alias timeless. Penampilan  tentunya akan menjadi semakin stylish jika memakai sepatu kulit.

3. BREATHABILITY

Pernah punya pengalaman kaki beraroma tidak enak? Ketika lagi main ke rumah teman, sewaktu buka sepatu malah berbau? Nah, hal itu bisa terjadi karena sepatu  tidak memiliki sirkulasi udara yang cukup atau bahkan tidak ada sirkulasi udara sama sekali.

 

 

Permasalahan seperti ini tidak akan pernah Brothers temui jika memakai sepatu kulit. Karena material kulit yang berkualitas itu bisa “breathing”, material kulit memiliki pori-pori yang membuat udara masuk dan keluar dengan mudah. Jadi, buang jauh-jauh deh ketakutan akan kaki bau!

4. LONG-LASTING

Kulit sudah dikenal sejak lama sebagai salah satu material yang tahan lama . Beberapa material kulit dengan konstruksi terbaik bahkan bisa bertahan hingga seumur hidup. Makanya, sepatu kulit adalah investasi wajib buat para cowok Bro.

 

Selain itu, sepatu kulit yang dipakai dalam waktu cukup lama akan memunculkan karakteristik “patina” pada sepatunya Bro. Kalo Om Bro sih menyebut ini sebagai the art of graceful aging.

5. EASY TO CLEAN & ECO-FRIENDLY

Dengan memiliki sepatu kulit, Brothers tidak perlu menghabiskan waktu untuk membersihkannya. Menjaga sepatu kulit agar tetap bersih cenderung mudah, misalnya sedikit kotoran dapat dihilangkan dengan menyekana menggunakan kain lembut. Dan karena material kulit yang “breathable”, sepatu juga tidak akan sulit untuk kering setelah dibersihkan menggunakan air dan pembersih kulit.

 

Selain proses “cleaning” yang mudah, sepatu kulit juga eco-friendly. Karena dalam proses pembuatannya tidak banyak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat merusak lingkungan. Mojo juga menggunakan outsole yang terbuat dari bahan Microtech eco-friendly yang bisa didaur ulang pada beberapa artikel sepatu. Jadi, selain membuat tampilan menjadi semakin oke dan jantan, dengan memakai sepatu kulit.

Apakah anda pernah mendengar jenis sepatu oxford?

Sepatu ini mempunyai tampilan dengan ciri khas tali-tali yang terdapat pada bagian atas sepatu. Secara general, sepatu ini mempunyai model layaknya sepatu pantofel, namun memiliki tali-tali untuk mengatur kekencangan sepatu terhadap kaki si pemakainya dan mempunyai ujung yang meruncing. Biasanya sepatu oxford terbuat dari bahan kulit. Pada awal kemunculannya, sepatu ini memiliki warna polos dan terbuat dari kulit sapi.

Namun seiring dengan perkembangan mode, kini model sepatu ini sudah mengalami perkembangan dengan dibuat dari bahan kulit suede, kulit patent bahkan juga ada yang dibuat dari canvas. Modelnyapun yang awalnya polos, kini sudah mulai dibuat dengan perpaduan kombinasi warna dan ornamen bentuk lubang-lubang atau biasa disebut brogue, yang menjadikan sepatu ini tampak lebih casual. Karena itulah, sepatu jenis oxford ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat digunakan untuk sepatu casual maupun sepatu resmi yang sering dipakai sebagai busniness wear karena memang modelnya resmi sekali dan mendukung untuk keperluan tampilan bisnis.

Menurut sumber dari wikipedia, sepatu ini muncul pertama kali di Irlandia dan Skotlandia dengan nama awal Balmorals atau Balmoral Castle, dan Balmorals ini adalah model sepatu oxford paling standar yang pernah ada. Namun kemudian akhirnya sepatu ini dinamai oxford.


Kandidat Indonesia, Prof. Purwiyatno Hariyadi terpilih sebagai Wakil Ketua Codex Alimentarius Commission (CAC) periode 2017-2018 pada pemilihan yang berlangsung selama Pertemuan CAC ke-40 di Jenewa pada tanggal 19 Juli 2017.

Dengan dukungan bersama Kementerian Luar Negeri RI, Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan PTRI Jenewa, Prof. Purwiyatno, guru besar pada Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil meraih suara tertinggi sebanyak 103 suara dari total 122 suara, mengalahkan kandidat Inggris dan Lebanon yang masing-masing meraih 102 suara, dan kandidat Papua Nugini sebanyak 59 suara. Tiga kandidat peraih suara terbanyak menduduki 3 (tiga) posisi Wakil Ketua Codex. Para Wakil Ketua Codex ini selanjutnya akan bekerja sama dengan kandidat Brasil yang terpilih sebagai Ketua Codex periode 2017-2018 pada pemilihan hari sebelumnya. Pada praktek periode-periode sebelumnya, Ketua dan Wakil Ketua Codex diperpanjang masa penugasannya sampai dua periode.

Ketua dan Wakil Ketua dari Brasil, Indonesia, Inggris dan Lebanon tersebut akan tergabung dalam Executive Committee yang merupakan badan eksekutif Codex.

Bagi Indonesia, peran aktif di Codex adalah penting karena statusnya sebagai badan pembentuk standar internasional yang menjadi acuan dan rujukan global dalam standarisasi pangan guna melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan pangan internasional yang adil.

Dalam sambutan kemenangan, mewakili delegasi Indonesia, Kepala BSN, Dr. Bambang Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung pencalonan Prof. Purwiyatno. Keberhasilan Indonesia tersebut bukan hanya menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong pembentukan standar Codex yang tidak saja ditujukan untuk melindungi kesehatan konsumen, tetapi juga untuk mewujudkan ketahanan pangan global, dengan memfasilitasi akses makanan yang sehat, aman dan memadai bagi masyarakat (food security dan food safety). Selain itu, partisipasi aktif Indonesia dalam badan tersebut juga ditujukan guna memastikan praktik perdagangan makanan internasional berlangsung secara adil.

Watapri Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, yang turut menyaksikan proses pemilihan yang berlangsung ketat, menilai bahwa terpilihnya kandidat Indonesia merupakan pengakuan 188 negara anggota Codex atas kompetensi Prof. Purwiyatno dan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam CAC. Keberhasilan tersebut juga bukan hanya akan meningkatkan citra dan kredibilitas Indonesia pada forum-forum internasional lainnya, namun juga dapat dimanfaatkan untuk terlibat aktif dalam mempengaruhi penetapan standar internasional yang berdampak pada peningkatan akses pasar makanan Indonesia. Menurut Duta Besar Hasan Kleib, keterlibatan Indonesia dalam penyusunan standar Codex diperlukan tidak hanya untuk meningkatkan perlindungan kesehatan konsumen tapi juga guna memastikan pemenuhan standar dan regulasi sehingga produk pangan Indonesia dapat diterima dalam perdagangan internasional.

Kompetensi Prof. Purwiyatno sebagai Wakil Ketua akan memperkuat fungsi Codex Alimentarius Commission. Mengingat keahliannya di bidang food engineering dan kemampuannya dalam bernegosiasi dengan berbagai pihak akan sangat membantu pengambilan keputusan dan penyusunan substansi di Codex yang sesuai dengan kepentingan seluruh negara anggota. Disamping itu, terpilihnya Prof. Purwiyatno diharapkan dapat meningkatkan keahlian para pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan dan memperbaiki standar pangan di Indonesia.

MENGINTIP PERKEMBANGAN SEPATU DI DUNIA – Sama halnya seperti manusia yang membutuhkan baju untuk melindungi dirinya, manusia juga membutuhkan sepatu untuk melindungi kakinya. Sepatu adalah alas kaki yang berguna sebagai pelindung kaki agar tidak cedera dari kondisi lingkungan seperti permukaan tanah yang berbatu-batu, berair, udara panas, maupun dingin. Alas kaki membuat kaki tetap bersih, melindungi dari cedera sewaktu bekerja, dan sebagai gaya busana.

Seperti alat telekomunikasi yang semakin tumbuh canggih dan modern, sepatu juga mengalami masa seperti itu. Sepatu pada era kini telah memiliki model, bahan dan kualitas yang bagus. Bahkan ada sepatu dengan taburan emas dan berlian di permukaannya. Lalu bagaimana dengan zaman dulu? Zaman dulu, sepatu juga ada yang terbuat dari emas. Menakjubkan! Contohnya seperti sepatu pada zaman Mesir Romawi ini.

 

Ahli sejarah mengatakan sepatu ini berada pada zaman Mesir Romawi sekitar 30SM – 300M. Pada zaman Mesir Romawi, sepatu memiliki symbol kuat bagi sebuah kalangan. Bahannya yang terbuat dari emas pasti sudah bisa membuat kita menebak bahwa sepatu itu dipakai oleh orang-orang kerajaan dan bangsawan pada masanya. Dari gambar tersebut nampak jelas keunikan dan kemewahannya. Modelnya yang langsing, unik dan cantik membuatnya terlihat sangat mewah. Sering kali pemakainya merasa sakit yang luar biasa untuk memakai sepatu mewah ini.

Sepatu Poulaine

Pada tahun 1375 – 1400 sepatu Poulaine menjadi trend fashion di Eropa. Sepatu ini terbuat dari kulit. Penggemar fashion di Eropa pada masa itu lebih memperhatikan sepatu dengan tumit yang panjang dan sempit, dibandingkan dengan ukuran hak sepatu.

Sepatu Majori Emas

Pada tahun 1790 – 1820, ada sebuah sepatu  yang terbuat dari kulit, seluruhnya dibordir emas, sementara bagian lainnya dihiasi desain batu emas dengan batu berharga termasuk berlian, zamrud dan delima. Sepatu ini dikenal dengan nama Majori Emas dan saat ini disimpan di Bata Shoe Museum.

Menurut Bata Shoe Museum, kemungkinan sepatu ini milik Nizam Hyderabad dan nampak seperti belum pernah terpakai. Bentuknya yang luar biasa seakan-akan menunjukan kekuasaan yang tak terbatas.

Sepasang Geta

 

Selain memiliki fungsi melindungi kaki, sepatu juga berfungsi untuk memikat hati lawan jenisnya. Contohnya sepasang Geta milik Jepang pada tahun 1880 – 1900 ini. Para wanita, khususnya Geisha memakai Geta untuk memikat hati pria. Umumnya geta ini terbuat dari kayu dan beludru, setinggi kurang lebih 20 cm. Para Geisha pemakai Geta berjalan perlahan dengan menyeret kakinya agar lebih mudah dilihat pria.

Di tahun 1900 keatas, perkembangan sepatu sudah sangat terlihat. Model dan bahannya terlihat seperti model sepatu saat ini. Sepatu kulit pun semakin digemari. Terlebih pada era 2000-an, penggemar sepatu kulit kian membludak. Pecinta fashion, pekerja kantoran, pekerja lapangan semuanya terlihat mengenakan sepatu berbahan dasar kulit di kakinya. Karena selain berguna untuk melindungi kaki, pemakai sepatu kulit ini pun juga akan menjadi lebih tampil percaya diri.

Sepatu PDH

 

Sepatu PDL

1. BENTUK AWAL SAFETY SHOES :
Safety Shoes ditengarai sudah dibuat dan digunakan sejak awal abad 17. Adalah Belanda yang merupakan negara pertama yang membuat Safety Shoes. Sepatu tersebut berbentuk boot yang terbuat dari kayu, dan dikenal dengan nama Sabots. Sepatu itu digunakan untuk melindungi kaki para pekerja dari benda keras dan tajam yang dapat melukai kaki.

Saat itu, Sabots belum diproduksi secara massal menggunakan mesin, dan masih sebatas produksi kerajinan tangan.

Di masa Revolusi Industri (1760 – 1840), para pekerja biasanya melemparkan sepatu Sabots mereka ke roda mesin, menyebabkan mesin macet atau rusak, dan produksi pun terhenti. Tindakan melempar Sabots ke mesin ini memunculkan istilah “Sabotage” / “Sabotase” yang dikenal hari ini.

2. PRODUKSI MASSAL PERTAMA SAFETY SHOES :
Meski sudah dikenal cukup lama, Safety Shoes (Sepatu Pengaman) baru diproduksi massal pertama kali pada tahun 1930. Red Wing Shoes Company (Amerika Serikat) adalah perusahaan pertama yang memproduksi Safety Shoes secara massal pada tahun 1930. Sepatu tersebut dibuat untuk melindungi kaki – terutama jari kaki – para pekerja di sektor industri, di mana waktu itu kecelakaan kerja terbesar terjadi pada jari kaki pekerja yang tertindih benda berat (besi, baja, beton, dan lain-lain). Itulah mengapa Safety Shoes dibuat dengan menggunakan plat besi-baja yang melindungi jari kaki, dan disebut Steel-Toe Boot.

Setahun kemudian, Perusahaan Sepatu Marschtiefels, asal Jerman memproduksi sepatu berbaris dengan pelindung besi di depannya. Sepatu tersebut digunakan oleh Hitler dan pasukannya di Perang Dunia II (1939 – 1945) sehingga dikenal dengan sebutan Hitler Boots.

3. STANDARISASI KEAMANAN SAFETY SHOES :
Penetapan Standar Keamanan Safety Shoes baru diberlakukan pada tahun 1970, di mana Kongres Amerika Serikat mengeluarkan Keputusan Keamanan dan Kesehatan Kerja (Occupation Safety & Health Act) yang melindungi para pekerja di negara tersebut. Di dalam Keputusan itu, ditetapkan standar pengaman pada sepatu kerja untuk melindungi kaki pekerja dari kecelakaan kerja. Berdasarkan ketentuan itu, maka bermunculanlah banyak standar keamanan yang diaplikasikan pada Safety Shoes guna memastikan keamanan kaki pengguna sepatu tersebut.

Salah satu Standarisasi Keamanan Safety Shoes yang umum digunakan adalah EN ISO 20345 : 2011.

4. PERKEMBANGAN PELINDUNG JARI PADA SAFETY SHOES :
Di awal kemunculannya, Safety Shoes menggunakan pelindung jari yang terbuat dari bahan besi-baja. Meski sangat kuat, namun bahan ini sangat tidak nyaman dan berat, sehingga mengganggu gerak para pengguna.

Selain itu, pelindung dari besi-baja ternyata sangat berbahaya terutama jika dikenakan pengguna saat menaiki pesawat terbang, atau sedang bekerja dalam kondisi ekstrim (misalnya di lokasi kerja yang sedang mengalami hujan petir).

Seiring dengan perkembangan zaman, pelindung jari pada Safety Shoes terus mengalami evolusi, mulai dari penggunaan baja ringan, titanium, zinc, hingga akhirnya aluminium.

5. PERKEMBANGAN MODEL SAFETY SHOES :
Di awal kemunculannya, Safety Shoes dibuat dengan model boot (High-Cut) yang melindungi kaki dan tulang kering. Namun belakangan, dengan pertimbangan kenyamanan, bentuknya dibuat menjadi Mid-Cut dan Low-Cut.

Dan seiring dengan perkembangan fashion, Safety Shoes kini tampil dengan model yang lebih modis dan fashionable. Pengguna sepatu tidak lagi harus berganti-ganti sepatu, tapi tetap bisa menggunakan Safety Shoes di tempat kerja, maupun jalan-jalan atau melakukan aktivitas olah raga (jogging, gym, cycling, bahkan hiking dan mountaineering).

Supaya Kamu tak tertipu, yakinkan Kamu mengerti ketidaksamaan pada sepatu safety PDL yang sesuai sama standard TNI serta sepatu PDL yang disebut tiruan. Ingat, sepatu PDL tiruan dengan kata lain KW tak bermakna jelek. Namun, yakinkan Kamu cuma membayar sepatu KW sebagai sepatu KW, serta membayar sepatu Asli sebagai sepatu Asli. Pay for the values.

 

Jurus Pertama.

Ini yaitu jurus paling mematikan untuk membongkar kedok penipuan. Ketahuilah, kalau sepatu PDL yang sesuai sama/asli standard TNI memakai ring tali yang terbuat dari kuningan (brass). Sesaat sepatu PDL tiruan memakai ring tali terbuat dari besi. Kekurangan sepatu PDL yang ring tali nya terbuat dari besi yaitu ring itu bakal berkarat bila terkena air (kehujanan, masuk lumpur, dll.). Bila sepatu type ini Kamu berikanlah pada beberapa calon anggota satpam yang tengah dalam saat kursus, bisa di pastikan ring sepatu itu bakal berkarat dalam hitungan minggu. Cuma dalam hitungan bln., ring tali yang terbuat dari besi bakal jebol bila terus-terusan terserang air. Hey, bila dicuci bagaimana? Ya, silakan kamu kurang lebih sendiri.

 

Lalu bagaimana membedakan sepatu PDL tiruan (KW) yang ringnya terbuat dari besi serta sepatu PDL asli yang ringnya terbuat dari kuningan? Gampang sekali! Sediakan sepotong magnet! Ya, magnet! Tempelkan magnet pada ring sepatu. Bila melekat, itu bermakna sepatu yang Kamu pegang yaitu sepatu KW, dengan kata lain ringnya terbuat dari besi. Bila tak melekat, kemungkinan besar itu sepatu asli standard TNI. Umumnya, beberapa pedagang yang ” tak terbuka ” bakal segera tidak bergairah bila dia lihat Kamu memakai magnet. ” Yah… apes deh “, demikian mungkin saja dalam hati mereka. Jadi, siapkan magnet sebagai senjata Kamu.

 

Jurus Ke-2.

Jurus ke-2 yaitu penelusuran kulit atas sepatu (upper leather). Ketrampilan yang satu ini memanglah memerlukan banyak peluang membanding-bandingkan kwalitas kulit sepatu. Namun ciri yang paling gampang dikenali yaitu, sepatu PDL tiruan dengan kata lain KW umumnya mempunyai kulit sisi depan yang agak lembek. Sepatu PDL asli umumnya lebih keras. Ciri ke-2 yaitu, sepatu PDL asli memakai cat finishing yang tidaklah terlalu berkilap. Bila kamu temukan sepatu PDL yang cata finishingnya berkilap, hati-hati, itu mungkin saja sepatu PDL tiruan dengan kata lain KW.

 

Jurus Ketiga

Jurus ketiga yaitu penelusuran kulit lidah sepatu. Sepatu PDL yang asli standard TNI memakai lidah sepatu terbuat dari kulit domba. Kulit domba ini halus serta lentur. Sebagian sepatu PDL KW memakai kulit sintetis. Pentingnya pemakaian kulit asli membuat perlindungan semakin maksimal.

Jakarta, CNN Indonesia — Mungkin Anda seorang pencinta sepatu sejati, yang punya sepatu yang berbeda untuk dicocokkan dengan pakaian yang Anda kenakan. Atau Anda mungkin orang  yang selalu menggunakan sepatu yang sama untuk semua kesempatan.

Bagaimanapun perlakukan Anda akan sepatu atau koleksi sepatu Anda, ternyata sepatu punya sejarah unik yang mungkin tak diketahui semua orang. Termasuk bagaimana asal usul sol sepatu merah Louboutin yang akhirnya jadi tren itu. Berikut di antaranya :

1. Pria, bukan wanita yang pertama kali menggunakan heels alias sepatu berhak tinggi.

Seperti dikutip Huffington Post, pada abad ke-10 para pria yang mengendarai kuda membutuhkan sepatu boot dengan hak tinggi untuk tetap bisa meletakkan kaki mereka di sanggurdi. Lantas karena kepemilikan kuda juga  merupakan bukti kekayaan, heels menjadi  tanda dari aristokrasi dan posisi sosial yang tinggi, bukan pembeda gender.

2. Sepatu berhak rendah dulu dikenakan oleh aktor Yunani untuk menunjukkan statusnya.

Saat aktor Yunani kuno mementaskan  drama di panggung, kostum yang mereka gunakan sangat penting bagi penonton untuk mengetahui identitas karakter. Kennedy Center menulis bahwa aktor yang penting biasanya akan mengenakan sepatu yang disebut dengan ‘buskin’, tau sepatu dengan hak datar untuk membedakan dengan aktor komedi yang biasanya hanya menggunakan kaus kaki polos saja.

3.Sepatu bersol karet disebut Sneaker karena tidak menimbulkan bunyi saat melangkah.  

Pada akhir tahun 1800-an, orang mulai suka menyebut sepatu dengan hak karet sebagai sneaker. Alasannya karena sepatu jenis ini memang tak menimbulkan bunyi, seperti layaknya orang yang mengendap-endap atau ‘sneaker’.

4. Sol sepatu merah Louboutin terinspirasi oleh lukisan Andy Warhol.

Seperti ditulis The New Yorker pada tahun 1993, Louboutin ingin membuat sepatu  yang terinspirasi dari lukisan Flower karya Warhol.  Ketika purwarupanya datang, Louboutin tak cukup puas karena merasa ‘gambar Warhol masih lebih kuat’. Lalu dia melihat anak buahnya sedang mencat kuku dengan warna merah. Dia ambil cat kuku itu dan mencat seluruh bagian bawah sepatu dengan warna itu.

5. Gaji Anda menentukan pilihan sepatu yang Anda pakai ke kantor.

Berdasarkan polling dari laman Beso yang dibuat pada tahun 2013, di antara 6.750 wanita, 71 persen dengan pendapatan kurang dari $ 40 ribu setahun jarang menggunakan sepatu heels ke tempat kerja. Sementara 21 persen lainnya yang menghasilkan $ 150 ribu setahun ( atau lebih, cenderung menggunakan sepatu heels tiap hari ke kantor.

6. Lebih banyak orang yang kecanduan membeli sepatu dibanding orang yang membeli sepatu karena tren.  

Dalam wawancara dengan Cosmopolitan pada tahun 2010, Suzanne Ferriss, PhD, dan editor Footnotes: On Shoes, mengatakan kecanduan perempuan akan membeli sepatu memicu area di otak yang disebut oleh prefrontal cortex atau spot kolektor. “Sepatu adalah benda koleksi, baik perempuan sadari atau tidak mereka akan menerima hal ini,” katanya.

7. Aktris Audrey Hepburn adalah sosok pertama yang membuat loafer menjadi tren gaya.

Dulunya loafer adalah sepatu pria, namun Hepburn berhasil membuat sepatu ini sama gayanya untuk perempuan, demikian dicatat oleh Wall Street Journal. Hepburn pertama kali menggunakan sepatu ini di tahun 1957 saat membintangi film Funny Face. Dia menggunakan loafer hitam dari Ferragamos.

8. Dr. Martens awalnya dianggap sebagai sepatu kerja untuk pria yang praktis karena solnya yang berbantalan udara.  

Sepatu Dr. Martens diciptakan oleh penemu Jerman bernama Dr.. Martaens dan temannya Dr. Funck. Lalu sepatu ini dikembangkan oleh Inggris dan dipasarkan tahun 1960. Baru tahun 1970-an sepatu ini populer di Inggris terutama pada kelompok subkultur dan gerakan musik punk.

9. Salvatore Ferragamo membuat sepatu wedges saat Italia sedang menderita karena tertutupnya perdagangan dengan negara lain.

Sepatu wedges dibuat pada tahun  1940-an.  Saat itu Italia sedang menjalani pemboikotan perdagangan. Akibatnya Ferragamo tak lagi bisa mengimpor baja untuk heels traditional. “Saya lalu bereksperimen dengan gabus dan memasangnya di sepatu,” kata Ferragamo. Hanya dalam hitungan minggu sepatu itu jadi benda paling populer di Italia.

Dalam mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk lebih mengenal standar dan khususnya mampu menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sehingga lebih berdaya saing, Badan Standarisasi Nasional (BSN) melalui program “Bimbingan Penerapan SNI (ISO 9001:2008) untuk Usaha Mikro Kecil” memberikan hibah kepada Universitas Surabaya (Ubaya) melalui Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk melakukan pendampingan kepada 50 UMK di Jawa Timur, selanjutnya 50 UMKM tersebut akan diseleksi oleh BSN untuk mengikuti tahapan pengajuan sertifikasi SNI (ISO 9001:2008). Pendampingan dilakukan oleh 10 tim dari Ubaya dimana setiap tim akan mendampingi lima UMKM dengan komposisi tiap tim terdiri dari 3 anggota yang secara keseluruhan melibatkan sekitar 20 dosen, 5 karyawan dan 5 mahasiswa dari berbagai fakultas.

Dalam keterlibatannya dalam program ini, beberapa dosen Jurusan Teknik Industri (TI) Ubaya seperti Muhammad Rosiawan, Stefanus Soegiharto, Yenny Sari, Arbi Hadiyat, dan Rahman Dwi Wahyudi berperan sebagai Ketua atau Anggota Tim Pendamping. Selain itu, ada empat mahasiswa TI Ubaya (Khanis Christine Falencia, Arif Rachman Halid, Randy Soeyanto dan Cindy), yang terlibat aktif dalam keseluruhan tahapan proses program ini dan menjadikannya sebagai topik penelitian Tugas Akhir. Program pendampingan dan bimbingan penerapan SNI ISO 9001:2008, yang dikoordinir oleh Bapak Muhammad Rosiawan, melibatkan 50 UMK dari berbagai bidang usaha seperti produsen alas kaki, makanan minuman, kerajinan perak, batik, boneka dan kosmetik, yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojosari, dan Mojokerto.

Program pendampingan ini berlangsung sekitar 5 bulan, dimulai dari Agustus – Desember 2015, tahapannya dimulai dari proses identifikasi kesiapan dan kelayakan UMK untuk ikut dalam program, perancangan Sistem Manajemen Mutu dan dokumentasinya, pelatihan terkait ISO 9001:2008, implementasi, audit internal dan eksternal oleh BSN maupun Lembaga Sertifikasi yang ditunjuk, dan tujuan akhirnya untuk perolehan Sertifikasi ISO 9001:2008. Skema program kerjasama yang sama juga dilakukan BSN dengan lima universitas lain, yaitu Universitas Sriwijaya – Palembang, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro – Semarang, Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto dan Universitas Mulawarman – Samarinda. Bersama-sama dengan Ubaya, para universitas ini menyatakan komitmen untuk peningkatan daya saing produk para UMKM melalui implementasi ISO kepada 300 UMKM di seluruh kawasan Indonesia.

Proses pendampingan penerapan ISO 9001: 2008 kepada UMKM tentunya memiliki tantangan tersendiri. Selain upaya membuat pelaku UMKM sadar akan manfaat penerapan ISO 9001:2008 dan konsisten untuk menjalankan rancangan Sistem Manajemen Mutu yang sudah, juga ada resistansi yang muncul dari karyawan yang bekerja pada UMKM tersebut akibat proses audit yang dipersyaratkan maupun keterbatasan kemampuan/latar belakang pendidikan sumber daya manusia yang ada. Namun, berkat komitmen pemilik UMKM dan personal tim pendamping dari Ubaya yang tinggi akhirnya berhasil mengantarkan 4 UMKM mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008 dari dua lembaga sertifikasi (PT. Mutu Agung Lestari dan SUCOFINDO), keempat UMKM diantaranya adalah:

  1. Alami Apel – Pasuruan, produsen minuman sari apel dengan tim pembimbing Arif Herlambang, Mario Christian
  2.  Al Atthyah, UD – Mojokerto , produsen alas kaki (sandal kulit) dengan tim pembimbing Juliani Dyah Trisnawati, Marselius Sampe Tondok, Aziz Qodri, Arif Rachman Halid
  3. Carita Niaga, CV – Sidoarjo, produsen alas kaki (sepatu kulit) dengan tim pembimbing Muhammad Rosiawan, Hari Hananto, Rahman Dwi Wahyudi, Randy Soejanto
  4. Dede Satoe – Surabaya, produsen aneka sambal & bumbu dengan tim pembimbing Ubaya Yenny Sari, Yenny Sugiarti, Khanis Christine.

Menjelang akhir program pendampingan, 30 November 2015, BSN mengadakan workshop yang diikuti sekitar 50 orang perwakilan dari UMK dam tim pendamping Ubaya dalam rangka sharing forum, dengan pembicaranya oleh Pak Achmad Basuki (Kepala Dinas Koperasi UMKM Jawa Timur), Pak Suprapto selaku Peneliti Madya BSN dan mantan Deputi Kepala BSN Bidang Penerapan Standardisasi & Akreditasi, Pak Muhammad Rosiawan dan Ibu Yenny Sari (perwakilan dari Ubaya). BSN mengapresiasi hasil kerja tim pendamping dari Ubaya, demikian juga para pemilik UMKM melalui beberapa testimoni berikut. (YS)

Ibu Susilaningsih (Dede Satoe)

… Kami atas nama Dede Satoe sangat berterimakasih kepada pendampingan ISO 9001:2008 oleh tim dari UBAYA yang telah bekerja keras tidak kenal waktu dan tidak kenal lelah terus mendampingi kami. Sejak mulai Bulan Agustus sampai Desember 2015 terus membimibing kami, dari mulai tidak tahu apa-apa yang harus dikerjakan dengan Manajemen Mutu. Mengingat tenaga kerja kami baik dilihat dari kualitas maupun kuantitas sangat- sangat kurang. Tapi,  terus dibimbing sampai kami bisa dinyatakan Closed dari ketidaksesuaian Audit ISO 9001: 2008 oleh PT MUTU AGUNG LESTARI. Kami bersyukur luar biasa, tim dari UBAYA mendampingi kami dengan penuh kesabaran, kerja keras, gigih dalam mendampingi kami. Saya pribadi sudah tidak bisa menyampaikan kata- kata lagi, sungguh luar biasa… 

Pak Kuntjoro (Carita Niaga, CV):

….  Melalui penerapan Standar Berbasis Internasional ISO 9001 ini, saya banyak mengambil manfaat dengan rapinya manajemen perusahaan saya, sehingga saya bisa fokus ke hubungan dengan pelanggan dan supplier serta mencari peluang pasar baru di lokal, nasional, bahkan internasional. Demikian juga karyawan merasa jelas dengan tujuan yang dicapai perusahaan dan bagaimana mereka berkontribusi dalam pencapaian tersebut

Last Updated ( Friday, 15 January 2016 17:14 )

Sepatu Mojo PDH